6 Aktivitas Menarik ini Bisa Kamu Lakukan Di Wisata Agusen Gayo Lues

By | March 17, 2017

Agusen Blangkejeren merupakan salah satu dari sekian Desa Wisata di Kabupaten Gayo Lues. Tempat ini sangat terkenal akan keindahan alamnya, kejerniahan air sungai dan indahnya panorama alam yang membuat desa agusen menjadi primadona bagi pecinta keindahan, dan tempat ini kerap dijadikan sebagai tempat berlibur diakhir pekan bersama keluarga ataupun teman.

Tapi apakah anda tahu? bahwa selain pemandian sungai dan panorama alam yang menakjubkan mata, Agusen ternyata memiliki segudang objek wisata menarik yang patut kamu ketahui. Tim Yayasan Java Learning Center (Javlec) yang turut ditemani masyarakat setempat mendapatkan banyak temuan objek wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Agusen ini. Apa sajakah itu? Simak dibawah ini.

“Eksotisme Gayo, Agussen dan Rimba Raya”

Dijuluki “Negeri Seribu Bukit”, Kabupaten Gayo Lues memiliki luas wilayah 5.549,95 km2 didominasi oleh kawasan lindung (protected areas) seluas 4,258.20 km2 atau 76.73 %. Pada kawasan lindung tersebut terbentang Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di bawah pengelolaan Balai Taman Nasional Gunung Leuser seluas 2.016,76 km2 dan Hutan Lindung (forest preserve) seluas 2.207,36 km2 di bawah pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit V Aceh.

Salah satu aktivitas yang dapat mengantarkan pencapaian keseimbangan fungsi ekologi dan ekonomi adalah aktivitas wisata yang memanfaatkan potensi wilayah sebagai objek daya tarik wisatawan. Beberapa aktivitas wisata di Gayo Lues sudah berjalan dengan arah pariwisata/ wisata alam/ ekowisata, diantaranya yaitu dibukanya jalur pendakian Gunung Leuser dari wilayah Kedah, Desa Penosan Sepakat, Kec. Blang Pegayon. Popularitas Gunung Leuser saat ini sudah diketahui oleh masyarakat lokal/regional, nasional bahkan internasional. Kesempatan inilah yang seharusnya dapat dijadikan branding label dalam kegiatan promosi ekowisata Kabupaten Gayo Lues. Pembentukan simpul-simpul jalur pendakian Gunung Leuser harus dapat didorong oleh berbagai pihak untuk menunjang aktivitas wisata di Gayo Lues. Salah satu daerah yang masih potensial untuk dijadikan jalur pendakian adalah Desa Agussen.

Desa Agussen adalah desa paling ujung selatan di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Posisinya berdekatan dan berbatasan langsung dengan rimba raya terluas di Gayo Lues, yaitu Hutan Lindung dan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Jarak dari ibukota Kabupaten dapat ditempuh selama +- 30 menit menyusuri Jalan Blangkejeren-Kutacane, dan turun menuju lembah (posisi perkampungan Agussen). Desa ini pada kesempatan yang lalu sudah ditunjuk oleh Pemerintah Daerah sebagai Kampung Wisata. Namun, karena pengelolaan yang belum cukup optimal, maka aktivitas kunjungan wisata (oleh wisatawan lokal/ regional) pun masih mengalami pasang surut. Aktivitas wisatawan selama ini masih berada di sekitar kampung dengan menikmati aliran Sungai Alas untuk family gathering, mandi/ berenang, bermain pelampung ban, ataupun hanya menikmati keindahan alam di sekitar kampung Agussen.

Beberapa aktivitas wisata yang potensial untuk selalu didorong pengelolaan dan promosinya agar menjadi lebih baik antara lain :

1. Pemanfaatan Aliran Sungai Alas
Aliran Sungai Alas dengan kejernihan airnya dapat dimanfaatkan wisatawan untuk mandi/ berenang oleh anak-anak/ remaja hingga orang dewasa. Terbentuknya jeram dan aliran arus sungai yang khas juga dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk “berhanyut” menggunakan pelampung ban sejauh 1-2 km.

Ist

2. Camping Ground
Aktivitas berkemah/ camping merupakan alternatif bagi para wisatawan yang ingin merefresh penatnya dengan cara mendirikan tenda dan bermalam di sekitar sungai. Derum arus sungai, gemericik aliran sungai yang menetes menghantam bebatuan, debur nyanyian pohon hutan, merdu pekik dan kicau burung, bersatu menjadi aransemen musik alam yang dapat membuat nyaman perasaan, tenang dan damai.

Ist

3. Tracking/ Susur Sungai
Sungai alas yang melintasi perkampungan Agussen hanya sepanjang +- 2 km. Namun, keindahan sungai nan jernih dapat dinikmati lagi jika wisatawan mau melakukan perjalanan menyusur/ tracking sungai sepanjang +- 6 km dari perkampungan ke arah barat maupun timur. Medan yang cukup menantang seperti tepi bebatuan dan lereng tebing sangat tepat bagi para pencari tantangan, penikmat adrenalin dan penjelajah alam.

Ist

4. Coffe Time in the Garden
Potensi perkebunan kopi masyarakat Agussen tak terbantahkan karena produktivitasnya menempati urutan kedua setelah Pantan Cuaca sebagai daerah penghasil kopi terbanyak di Gayo Lues untuk jenis arabica dan robusta. Wisatawan yang awalnya hanya sekedar menikmati keindahan alamnya, dapat kemudian menyempatkan sembari menikmati kopi tradisional yang disajikan masyarakat. Wisatawan akan terpuaskan lagi ketika dapat diajak belajar berbudidaya dan memanen kopi secara langsung melalui aktivitas garden trip/ garden day.

Ist

5. Jalur Pendakian Gunung Leuser
Mendaki mencapai puncak Leuser setidaknya harus dipersiapkan oleh wisatawan secara matang seperti persiapan fisik, peralatan dan logistik. Karena, waktu tempuh pendakian dari Agussen sampai ke puncak Leuser +- 2 minggu (pulang-pergi). Para pendaki tentunya akan didampingi oleh masyarakat setempat (pemuda) yang sudah berpengalaman dengan medan tempuh jalur pendakian. Saat ini setidaknya aktivitas ini masih menjadi harapan bersama. Karena, pembukaan jalur pendakian via Agussen masih harus dikomunikasikan dengan berbagi pihak/ stakeholders.

Ist

6. Pendidikan dan Penelitian Keanekaragaman Hayati
Struktur dan komposisi hutan yang masih alami di sekitar Hutan Lindung dan Taman Nasional dapat dijadikan wisata minat khusus bagi para peneliti/ researcher baik dari lokal/ regional, nasional dan internasional untuk membuat kajian, penelitian tentang ekosistem hutan tersebut mencakup komposisi dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Upaya untuk mendukung aktivitas penelitian ini tentunya perlu banyak komunikasi dengan para pihak pengelola maupun dengan pihak-pihak akademisi yang berkepentingan terhadap informasi ilmiah.

Ist

Ist

Masih banyak lagi potensi dan sisi-sisi indah yang terdapat di sekitar wilayah hutan Agussen yang masih sangat mungkin untuk kita nikmati dan manfaatkan secara tepat dan bijak. Komunikasi dan sinergitas para stakeholders masih sangat diperlukan untuk mendorong potensi dan pengelolaan ekowisata di sekitar Agussen. Selain itu, sebagai tuan rumah (masyarakat Agussen) juga selalu diharapkan untuk selalu siap berbenah, menjaga semangat dan kekompakan dalam mengelola anugerah dan ni’mat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *