Home / Tari Saman Gayo / Sejarah Asal Usul Tari Saman Gayo

Sejarah Asal Usul Tari Saman Gayo

Sejarah Asal Usul Tari Saman Gayo
5 (100%) 1 vote

Saman Gayo adalah tarian yang berasal dari suku gayo, punya orang gayo, milik orang gayo, dikenalkan oleh orang gayo, saman adalah tarian tradisional masyarakat gayo yang berada di Blangkejeren kabupaten Gayo Lues, Kuta cane Kabupaten Aceh Tenggara dan masyarakat Gayo yang berada di Tamiang Hulu, Lokop Serbejadi.

Sementara orang gayo yang ada di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah tidak memiliki tari Saman, ada satu kampung di Kabupaten Bener Meriah yang memiliki tarian saman yaitu Buntul Kecamatan Permata, namun masyarakat dibuntul ini adalah 100% asli berasal dari Blangkejeren Gayo Lues, Hampir semua masyarakat di kecamatan permata bener meriah berasal dari gayo lues.

namun sering juga terjadi pertunjukan tari saman di takengon atau bener meriah, mereka yang mempertunjukan tari saman adalah masyarakat dari gayo lues, seperti tari saman dari FORMAGALUS (Forum Mahasiswa Gayo Lues). Tari saman yang dibentuk oleh mahasiswa gayo lues yang berada di takengon ini sering dipertunjukan dalam acara-acara seperti kitanan, pernikahan, atau acara resmi lainnya.

  • Sejarah Tari Saman

Sejarah saman secara Pasti belum bisa diketahui hingga saat ini, karena belum adanya kajian ilmiah atau penelitian tantang masalah ini, factor utama penyebab belum diketahuinya secara pasti asal usul tari saman ini disebabkan oleh kurangnya budaya tulis baca pada masyarakat Gayo, pemilik asli tari saman, sehingga cerita mengenai saman hanya disampaikan dari mulut ke mulut (bahasa Gayo nya kene bekene yang artinya kata-kata orang).

Tidak adanya data tertulis tentang tari saman ini menyebabkan tidak dapat diketahui dengan pasti sejak kapan dan darimana asal kata saman itu. Menurut pengakuan dari orang tua di daerah gayo, sebelum Belanda datang ke daerah Gayo tari saman telah ada pada suku Gayo, terutaman di daerah Blangkejeren. Hal ini dapat di buktikan bahwa dalam kamus Belanda yang berjudul “ Gayosche-Nederlandech Wooddenboek met Nederlandsch – Gajosch Register, Batavia : Landsrukkerij Hazeu, G.A.J. Hazeu tahun 1907 telah mencantumkan kata-kata saman”.

namun saya sebagai orang gayo belum bisa membuktikan secara tertulis tentang asal usul tari saman gayo ini. menurut penuturan yang dihimpun dari kalangan-kalangan yang tinggal di gayo lues, Asal kata SAMAN itu berasal dari nama syekh saman, Syekh saman ini adalah seorang ulama dari gayo yang mengembangkan agama Islam di daerah gayo.

Dari nama ulama Syekh Saman inilah tari yang dilakukan oleh masyarakat gayo pada masa itu disebut saman, sehingga dari pendapat ini dapat pula diduga bahwa tari saman sudah ada sejak agama Islam masuk ke dataran tinggi Gayo, namun tentang tahunnya kapan dan tahun berapa hingga saat ini tidak ada data yang tertulis, namun diperkirakan sekitar XIV Masehi.

saya telah baca artikel dari blog-blog lain yang membahas tentang tari saman dan mereka dengan lantang menetapkan tahun dan penemu serta asal usul saman, entah dari mana sumber pengetahuannya sehingga mereka lebih tau dari pada kami yang asli orang gayo, padahal yang membahas tari saman itu entah orang manapun. tapi kenapa dia malah lebih tau dari pada kami, apakah informasi yang dia berikan itu nyata atau hanya asal-asal tulis, itu terserah anda, percaya sama orang gayo yang pemilik asli tari saman atau percaya sama orang yang belum jelas tersebut.

Namun demikian Selain dari asal usul di atas ada juga masyarakat gayo yang mengatakan bahwa tari saman berasal dari kesenian masyarakat Gayo pada saat itu yang diberi nama Pok-ane, kesenian ini dilakukan dengan tepukan kedua belah tangan dan tepukan tangan ke paha sambil teriak bernyanyi. Ketika melihatnya Syekh Saman terinspirasi memanfaatkan kesenian ini sebagai sarana mengembangkan agam Islam. Dengan tujuan itu, Syekh Saman ikut dalam kesenian rakyat dengan menanamkan unsur-unsur ketauhidan.

Artinya, ulama Syekh Saman ini melatih pemuda menari dengan diawali kata-kata pujian terhadap Tuhan. sampai sekarang jika tari Saman dipertunjukan selalu dimulai dengan kata-kata keagamaan.

Contohnya, mmm uo lesa, mmm uo lesa, uoooo lesa, uo lesa, lesalam aalaikum. Jika kita diperhatikan dengan jelas, kata-kata yang terakhir adalah ucapan “assalamualaikum”. Ini menandakan ajaran agama Islam selalu menyapa orang dengan ucapan salam. namun selain dimulai dengan ucapan diatas ada juga saman dimulai dengan ucapan seperti ini “ hemmm lailalaho, hemmm lailalaho, lahoya sare hala lemha hala lahoya hele lemhe hele “. Ungkapan ini hanya nyanyian dan tidak mempunyai makna, tetapi sangat jelas di awalnya adalah sebuah ungkapan “ laila hailallah “.

Dengan keikutsertaan dalam kesenian rakyat, ulama Syekh Saman ini berhasil mengembangkan agama islam karena dengan cara yang digemari masyarakat bukan dengan paksaan, dan yang belum menganut agama Islam sehingga lama kelamaan akan hafal ungkapan-ungkapan tauhid dalam Islam sekalipun mereka belum memahami apa artinya. Dengan demikianlah, adanya pelatihan yang dilakukan ulama maka kesenian tadi diberi nama Saman sesuai dengan nama ulama Syekh Saman tadi.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa tari saman berasal dari kata Arab yaitu saman yang berarti Delapan. Pendapat ini menyebutkan bahwa tarian ini pada awalnya dilakukan oleh delapan orang sehingga dinamai saman, tetapi tidak dijelaskan apakah tari ini dilakukan oleh rakyat setempat atau dilakukan oleh orang Arab. Pendapat ini sekarang masih diragukan karena pada kenyataan nya tari saman dilakukan lebih dari delapan orang dan biasanya dilakukan dengan jumlah ganjil bukan genap. Kenpa Ganjil karena dengan jumlah ganjil ini, pemain akan terlihat harmonis sewaktu melakukan gerakan surang saring (Surang Saring adalah gerakan yang dilakukan dengan bilangan ganjilnya keatas, sedangkan bilangan genapnya kebawah secara bergantian) nah dengan demikianlah gerakannya akan terlihat rapi.

dari pendapat diatas hanya pendapat pertama yang lebih masuk akal karena nama saman itu di ambil dari nama ulama yang ikut berperan mengembangkan saman dengan tujuan utamanya adalah pengembangan agama islam. Sedang pendapat kedua kurang di percayai karena sampai tulisan ini ditulis tari saman masih dilakukan dengan anggota yang berjumlah ganjil.

  • Perkembangan Saman

Dari asal usul diatas bahwa kesenian ini pada awalnya hanya dilakukan oleh masyarakat untuk hiburan semata. Seperti yang disebutkan di atas tadi bahwa kesenian ini berasal dari kesenian rakyat yang mengandalkan tepuk tangan dan juga pukulan ke paha dengan bernyayi.

Perkembangan selanjutnya kesenian saman berubah menjadi media pengembang agama Islam. Sampai saat ini masih bisa kita rasakan dalam syair-syairnya tari saman, yang paling terlihat yaitu pada langkah-langkah awalnya selalu dimulai dengan salam dan syair-syair saman selalu serta masih banyak yang berkaitan dengan konsep agama.

Contoh syair saman yang mengandung konsep agama

Ken ama ine kite turah hormat kati ndepet sapaat ari Nabite

arti dari syair diatas “kepada Bapak dan Ibu kita harus hormat agar mendapatkan syafaat dari Nabi Rasul kita”. Dapat dipastikan Syair saman ini mengandung makna yang sangat dalam tentang ketaatan atau kepatuhan anak kepada kedua orang tuanya. mengajarkan Orang tua harus dikasihi, dihormati, dan juga harus dijaga jika mereka sudah tua. Hal ini sangan sesuai dengan ajaran agama Islam. Jika rasa hormat kepada orang tua sudah tidak ada, betapa dosanya kita.

Dalam syair juga disebutkan bahwa orang yang hormat kepada orang tua akan mendapat syafaat dari Allah nanti. Masih sangat banyak syair yang memberi bimbingan tentang agama,

contoh “kadang berdosa peh kite ku tuhen, nengon perbuetente I was sara ingi ni” (mungkin berdosa pun kita kepada Tuhan, melihat tingkah laku kita pada malam ini), “i belang laen dih edet gere ninget asal agama (di Blangkejeren lain sekali adat tidak ingat agama) “ I denie turah semiang kati senang kite lang-lang ho”( di dunia wajib sembahyang (Sholat) agar senang kita nanti diakirat). syair saman akan mengingatkan kita pada ajaran agama.

selanjutnya perkembangan saman sudah dijadikan sebagai kesenian gayo yang diikutsertakan dalam festival-festival sehingga sudah mulai dikenal oleh masyarakat luar atau orang lain. Kegiatan festival resmi yang mulai diikuti oleh tari saman gayo adalah pada Pekan Kebudayan Aceh (PKA ke-2) tahun 1972 di Banda Aceh.

Pada waktu itu tari saman gayo menjadi salah satu tarian favorit sehingga diberi gelar oleh Ibu Tien Soeharto sebagai “Tari Tangan Seribu”. Sejak saat itu tari saman gayo mulai dikenal luas sehingga diundang dalam pembukaan Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 1974. pada tahun berikutnya tahun 1975 tari saman gayo diundang kembali ke Jakarta pada tahun 1975 dalam rangka peringatan HUTRI hari ulang tahun RI ke-30. Pada tahun 1977 tari saman gayo kembali menjadi wakil Aceh dalam Festival Tari Rakyat I di Jakarta dan tahun berikutnya menjadi wakil Aceh mengikuti Festival di Jakarta. Tari saman gayo selalu ikut dalam Pekan Kebudayaan Aceh III tahun 1988 dan Pekan Kebudayaan Aceh IV tahun 2004 di Banda Aceh. Selain itu tari saman gayo juga pernah diundang ke Amerika, Spanyol, dan Malaysia.

Perkembangan selanjutnya tari saman gayo sudah mulai dijadikan sebagai komeditas sehingga banyak berdiri sanggar tari yang memanfaatkan jasa tari saman gayo.

Perkembangan terakhir ada yang sangat aneh karena banyaknya muncul nama tari saman dan ada juga tari saman yang dimainkan wanita yang tidak tidak sesuai dengan ciri-ciri tari saman yang berasal dari daerah Gayo.

tari saman yang dimainkan oleh wanita ini adalah tari saman yang ditiru oleh suku aceh, mereka mungkin tidak malu meniru tarian suku gayo, tapi sangat disayangkan dalam tarian yang ditiru tersebut sangat-sangat tidak layak untuk dinamakan sebagai tari saman karena gerakan, syair, serta pakai adat yang digunakan tidak sesuai dengan ciri khas saman gayo.

saman gayo yaitu tarian saman yang dimainkan oleh laki-laki (pria), sampai saat ini belum ada wanita yang memaikan tari saman gayo, saman gayo memakai bahasa gayo, syair gayo, baju adat gayo yaitu baju kerawang gayo, jika anda melihat tari saman yang dimainkan oleh wanita itu bukan saman gayo, tapi tari saman yang gk punya asal usul, atau saman yang tidak malu meniru saman gayo.

demikian tentang sejarah saman gayo ini selanjutnya saya akan membahas tentang fungsi tari saman.

About adies

Adies.net adalah blog yang membahas tentang kumpulan tempat wisata, seni tari, adat, budaya, dll adies.net menerima kiriman tulisan untuk ditampilkan di blog ini, submit disini Guest Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *